Friday, February 19, 2010

Jalan Salib


Jalan salib ialah devosi mengenang sengsara & wafat Tuhan Yesus. Dari devosi ini kita belajar merenungkan luhur cinta Tuhan menebus dosa-dosa kita. Dia taat pada kehendak Bapa, rela menderita sengsara & wafat untuk memulihkan hubungan kita dengan Allah Bapa di syurga.

Berikut 14 perhentian Jalan Salib

1. Yesus di hukum mati
2. Yesus memanggul salib
3. Yesus jatuh untuk pertama kalinya
4. Yesus berjumpa dengan ibu-Nya
5. Yesus ditolong oleh simon dari kirine
6. Wajah Yesus diusap oleh Veronika
7. Yesus jatuh kedua kalinya
8. Yesus menghibur perempuan-perempuan yang mengisi-Nya
9. Yesus jatuh untuk ketiga kalinya
10. Pakaian Yesus ditanggalkan
11. Yesus disalibkan
12. Yesus wafat di kayu salib
13. Yesus diturunkan dari salib
14. Yesus dimakamkan

Apabila kita memilih Jalan Salib, kitapun harus menerima Cawan Sengsara itu. Maka marilah kita memeriksa apa yang dituntut oleh Jalan Salib itu.

JALAN SALIB ADALAH JALAN PENYANGKALAN DIRI

Bukan lagi apa yang kita kehendaki, melainkan apa yang Allah kehendaki. "Setelah itu berkatalah Yesus kepada murid-muridNya: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius l6:24) Salib kita adalah salib-Nya.Yesus melakukan kehendak Bapa-Nya (Yohanes 4:34), demikian pula kita apabila kita milik-Nya. "Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan-Tuhan! Akan masuk kedalam Kerajaan sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. (Matius 7:21) "Sebab siapapun yang melakukan kehendak BapaKu di sorga, dialah saudara laki-laki, dialah saudaraku perempuan, dialah ibuKu". (Matius 12:50) Para murid meninggalkan segala sesuatu dan semuanya, lalu mengikut Dia (Matius 19:27). Rasul Paulus menderita rugi ketika ia meninggalkan segala sesuatu. (Filipi 3:8) Pemuda kaya meninggalkan Yesus dengan selisih karena ia tidak bersedia melepaskan hartanya yang banyak. (Matius 19:22)

JALAN SALIB ADALAH JALAN ANIAYA

"Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya". (2 Timotius 3:12) Putra Allah yang tidak mengenal dosa harus menderita di dalam tangan orang-orang jahat. "Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi mukanya dan meninjuNya ... Para pengawalpun memukul Dia"... Mereka mengenakan jubah ungu kepadaNya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya diatas kepalaNya. Kemudian Yesus dibawa keluar untuk disalibkan (Markus 14:65; 15:17-20). Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung. (Ibrani 11:38) Juga tentang perlakuan dan dan kematian yang diderita oleh para rasul, begitu pula berita disepanjang zaman ini tentang mereka yang telah menyerahkan hidupnya demi Injil. Saat ini diseluruh muka bumi banyak orang mengambil bagian dari cawan penderitaan, sebab mereka lebih suka memilih Jalan Salib daripada menyangkal Tuhannya. "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." (Matius 5:11-12)

JALAN SALIB ADALAH JALAN KECELAAN

Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian ... (2 Korintus 2:15-16) Hai, kamu orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? (Yakobus 4:4) Kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah, kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai saat ini. (2 Korintus 4:13) Kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar. (1 Korintus 4:12) Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh Kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. (1 Petrus 4:14)

JALAN SALIB ADALAH JALAN PENDERITAAN TUBUH

Yesus, "... Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya. (Ibrani 5:8) Betapa lebih lagi engkau dan saya Rasul Paulus memunyai duri yang menusuk di dalam tubuhnya, yaitu suatu pesuruh iblis yang menggocohnya, tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna". "Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku", kata rasul Paulus, "supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." (2 Korintus 12:7-9) Sebab itu apabila kita menjadi lemah di dalam diri kita, maka kita akan memperoleh kekuatan di dalam Dia. "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar..." (Wahyu 3:19) Ajaran atau pukulan ini kadang-kadang berupa duri di dalam tubuh atau suatu penderitaan tubuh -- suatu yang mendorong kita untuk bertelut, serta menyebabkan kita percaya kepada-Nya dan kepada kuasa-Nya. Penderitaan tubuh ini seringkali datang dari pihak musuh, dan kita berdoa agar Allah memberi anugerah serta berkata dengan berani: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (Ibrani 13:6)

JALAN SALIB MERUPAKAN JALAN PENGHINAAN

Tepat sebelum Yesus menuju ke salib, berkatalah Ia kepada muridNya: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu oleh karena Aku..." (Matius 26:31) Banyak dari murid-murid-Nya tidak lagi berjalan bersama Dia setelah Ia berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu." (Yohanes 6:53, 66) Dunia bersedia menerima agama tanpa salib dan tanpa darah. Dan apabila saudara menerima Jalan Salib, bukan saja engkau melukai hati orang yang tersesat, tetapi juga menghina para guru besar agama Kristen yang lebih suka tinggal di dalam kesuaman dan kedagingan daripada sebagaimana Musa, rela menderita bersama-sama dengan umat Allah. (Ibrani 11:25)

JALAN SALIB BERARTI MENINGGALKAN SEGALA SESUATU

"Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi muridKu." (Lukas 14:33) Yaitu berarti meninggalkan dosa, (Amsal 28:13), meninggalkan si "aku", meninggalkan cara hidup yang lama, meninggalkan ambisi. Meninggalkan dunia dan apa yang ada di dalamnya ..." (1 Yohanes 2:15)

JALAN SALIB BERARTI DITINGGALKAN SEORANG DIRI

Ketika Yesus menyerahkan diri dan ditangkap, "Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri (Markus 14:50). Pada saat yang paling genting dalam hidupmu, engkau merasa ditinggalkan, dijauhkan dari segala pertolongan manusia! Para orang saleh yang sesungguhnya di dalam Tuhan sering menjumpai dirinya ditinggalkan oleh semua sahabat yang ada disekitarnya. Di atas Jalan salib hanya ada tempat bagi dua orang tetapi yang Satu itu yang berjalan bersama saudara, telah berjanji: "... Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. (Ibrani 13:5)

Ya, JALAN SALIB merupakan JALAN PENYANGKALAN DIRI, ANIAYA, NODA, PENDERITAAN TUBUH, PENGHINAAN, MENINGGALKAN SEGALA SESUATU, dan masih banyak lagi. Demikianlah jalan yang ditempuh Yesus dan yang harus kita ikuti pula. Apapun yang kau temui dalam hidupmu, bersukacitalah bahwa engkau dianggap layak menanggung penderitaan bagi nama Tuhan (Kisah Para Rasul 5:41). Di tengah penderitaan ada sukacita, di sana ada damai, dan engkau akan memperoleh makanan yang tidak dikenal orang (Yohanes 4:32). Terimalah dan pikullah salibmu dengan bangga, tanpa rasa malu, "Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia." (1 Petrus 4:19) "JIKA KITA BERTEKUN, KITAPUN AKAN MEMERINTAH DENGAN DIA." (2 Timotius 2:12)


No comments: