Sunday, February 21, 2010

Welcome back all!

Hey! Wassup people, guess have fun back in 'kampung' ha. Well it's time to get serious now, class starts tomorrow and wishing all CSS members all the best in test, assignments or presentations. ,

Update with CSS activity.

- Station of the cross @ CSS = 7.30pm
- followed by session either by Brother Lamhot, Uncle Paul & Sister Lusiah & Sister Stella.

During this lent, let us reflect ourselves and try to control our heart to say no to Satan!

Friday, February 19, 2010

F.I.T - 19 February 2010

pada 19 FEB, Jumaat bertempat di CSS House, JALAN SALIB & SESI BERSAMA BROTHER LAMHOT diadakan.

Jalan Salib


Jalan salib ialah devosi mengenang sengsara & wafat Tuhan Yesus. Dari devosi ini kita belajar merenungkan luhur cinta Tuhan menebus dosa-dosa kita. Dia taat pada kehendak Bapa, rela menderita sengsara & wafat untuk memulihkan hubungan kita dengan Allah Bapa di syurga.

Berikut 14 perhentian Jalan Salib

1. Yesus di hukum mati
2. Yesus memanggul salib
3. Yesus jatuh untuk pertama kalinya
4. Yesus berjumpa dengan ibu-Nya
5. Yesus ditolong oleh simon dari kirine
6. Wajah Yesus diusap oleh Veronika
7. Yesus jatuh kedua kalinya
8. Yesus menghibur perempuan-perempuan yang mengisi-Nya
9. Yesus jatuh untuk ketiga kalinya
10. Pakaian Yesus ditanggalkan
11. Yesus disalibkan
12. Yesus wafat di kayu salib
13. Yesus diturunkan dari salib
14. Yesus dimakamkan

Apabila kita memilih Jalan Salib, kitapun harus menerima Cawan Sengsara itu. Maka marilah kita memeriksa apa yang dituntut oleh Jalan Salib itu.

JALAN SALIB ADALAH JALAN PENYANGKALAN DIRI

Bukan lagi apa yang kita kehendaki, melainkan apa yang Allah kehendaki. "Setelah itu berkatalah Yesus kepada murid-muridNya: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius l6:24) Salib kita adalah salib-Nya.Yesus melakukan kehendak Bapa-Nya (Yohanes 4:34), demikian pula kita apabila kita milik-Nya. "Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan-Tuhan! Akan masuk kedalam Kerajaan sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. (Matius 7:21) "Sebab siapapun yang melakukan kehendak BapaKu di sorga, dialah saudara laki-laki, dialah saudaraku perempuan, dialah ibuKu". (Matius 12:50) Para murid meninggalkan segala sesuatu dan semuanya, lalu mengikut Dia (Matius 19:27). Rasul Paulus menderita rugi ketika ia meninggalkan segala sesuatu. (Filipi 3:8) Pemuda kaya meninggalkan Yesus dengan selisih karena ia tidak bersedia melepaskan hartanya yang banyak. (Matius 19:22)

JALAN SALIB ADALAH JALAN ANIAYA

"Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya". (2 Timotius 3:12) Putra Allah yang tidak mengenal dosa harus menderita di dalam tangan orang-orang jahat. "Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi mukanya dan meninjuNya ... Para pengawalpun memukul Dia"... Mereka mengenakan jubah ungu kepadaNya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya diatas kepalaNya. Kemudian Yesus dibawa keluar untuk disalibkan (Markus 14:65; 15:17-20). Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung. (Ibrani 11:38) Juga tentang perlakuan dan dan kematian yang diderita oleh para rasul, begitu pula berita disepanjang zaman ini tentang mereka yang telah menyerahkan hidupnya demi Injil. Saat ini diseluruh muka bumi banyak orang mengambil bagian dari cawan penderitaan, sebab mereka lebih suka memilih Jalan Salib daripada menyangkal Tuhannya. "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." (Matius 5:11-12)

JALAN SALIB ADALAH JALAN KECELAAN

Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian ... (2 Korintus 2:15-16) Hai, kamu orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? (Yakobus 4:4) Kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah, kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai saat ini. (2 Korintus 4:13) Kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar. (1 Korintus 4:12) Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh Kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. (1 Petrus 4:14)

JALAN SALIB ADALAH JALAN PENDERITAAN TUBUH

Yesus, "... Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya. (Ibrani 5:8) Betapa lebih lagi engkau dan saya Rasul Paulus memunyai duri yang menusuk di dalam tubuhnya, yaitu suatu pesuruh iblis yang menggocohnya, tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna". "Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku", kata rasul Paulus, "supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." (2 Korintus 12:7-9) Sebab itu apabila kita menjadi lemah di dalam diri kita, maka kita akan memperoleh kekuatan di dalam Dia. "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar..." (Wahyu 3:19) Ajaran atau pukulan ini kadang-kadang berupa duri di dalam tubuh atau suatu penderitaan tubuh -- suatu yang mendorong kita untuk bertelut, serta menyebabkan kita percaya kepada-Nya dan kepada kuasa-Nya. Penderitaan tubuh ini seringkali datang dari pihak musuh, dan kita berdoa agar Allah memberi anugerah serta berkata dengan berani: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (Ibrani 13:6)

JALAN SALIB MERUPAKAN JALAN PENGHINAAN

Tepat sebelum Yesus menuju ke salib, berkatalah Ia kepada muridNya: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu oleh karena Aku..." (Matius 26:31) Banyak dari murid-murid-Nya tidak lagi berjalan bersama Dia setelah Ia berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu." (Yohanes 6:53, 66) Dunia bersedia menerima agama tanpa salib dan tanpa darah. Dan apabila saudara menerima Jalan Salib, bukan saja engkau melukai hati orang yang tersesat, tetapi juga menghina para guru besar agama Kristen yang lebih suka tinggal di dalam kesuaman dan kedagingan daripada sebagaimana Musa, rela menderita bersama-sama dengan umat Allah. (Ibrani 11:25)

JALAN SALIB BERARTI MENINGGALKAN SEGALA SESUATU

"Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi muridKu." (Lukas 14:33) Yaitu berarti meninggalkan dosa, (Amsal 28:13), meninggalkan si "aku", meninggalkan cara hidup yang lama, meninggalkan ambisi. Meninggalkan dunia dan apa yang ada di dalamnya ..." (1 Yohanes 2:15)

JALAN SALIB BERARTI DITINGGALKAN SEORANG DIRI

Ketika Yesus menyerahkan diri dan ditangkap, "Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri (Markus 14:50). Pada saat yang paling genting dalam hidupmu, engkau merasa ditinggalkan, dijauhkan dari segala pertolongan manusia! Para orang saleh yang sesungguhnya di dalam Tuhan sering menjumpai dirinya ditinggalkan oleh semua sahabat yang ada disekitarnya. Di atas Jalan salib hanya ada tempat bagi dua orang tetapi yang Satu itu yang berjalan bersama saudara, telah berjanji: "... Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. (Ibrani 13:5)

Ya, JALAN SALIB merupakan JALAN PENYANGKALAN DIRI, ANIAYA, NODA, PENDERITAAN TUBUH, PENGHINAAN, MENINGGALKAN SEGALA SESUATU, dan masih banyak lagi. Demikianlah jalan yang ditempuh Yesus dan yang harus kita ikuti pula. Apapun yang kau temui dalam hidupmu, bersukacitalah bahwa engkau dianggap layak menanggung penderitaan bagi nama Tuhan (Kisah Para Rasul 5:41). Di tengah penderitaan ada sukacita, di sana ada damai, dan engkau akan memperoleh makanan yang tidak dikenal orang (Yohanes 4:32). Terimalah dan pikullah salibmu dengan bangga, tanpa rasa malu, "Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia." (1 Petrus 4:19) "JIKA KITA BERTEKUN, KITAPUN AKAN MEMERINTAH DENGAN DIA." (2 Timotius 2:12)


Abu dan Pertobatan

Puasa dimulai hari Rabu Abu ini dengan penerimaan abu yang merupakan suatu tanda pertobatan yang bersifat komunal.
Di seluruh dunia setiap orang Katolik menerima abu di dahinya sebagai ungkapan kesediaan mereka untuk memulai saat pertobatan.


Abu yang telah kita terima di dahi itu tak dapat disembunyikan seperti halnya saat kita menerima suntikan, di mana setelah disuntik kita bisa menutupinya dengan menurun-kan kembali lengan baju. Abu diberikan di dahi dan karenanya semua orang bisa melihatnya dengan mudah.

Di hari Rabu Abu kita tidak datang menerima abu di tangan dan secara sembunyi-sembunyi kita kembali lalu mengoleskannya di dahi. Dahi yang bersih saat kita datang kini ditaburi abu untuk bisa dilihat secara jelas oleh semua orang tanpa mampu bersembunyi. Tentu ketika kita keluar dari pintu gereja setelah menerima abu di dahi, kita mungkin akan merasa malu bahwa justru bagian diri kita yang biasanya dengan mudah dilihat orang kini dikotori. Apa lagi kalau kita berada di lingkungan yang mayoritasnya tak beriman sama seperti kita, yang tak mengenal dan tak memahami apa makna di balik kotornya dahi tersebut.


Tapi justru inilah nilai rohani dari penerimaan abu, yakni bahwa kita secara terbuka dan dengan amat rendah hati berdiri di hadapan sesama dan berkata bahwa kita bukanlah manusia yang bersih. Kita adalah kaum pendosa. Kita butuh sesuatu yang melampaui kekuatan manusiawi kita, yakni kekuatan rahmat Allah untuk membebaskan kita dari keadaan kita saat ini, yakni membebaskan kita dari dosa-dosa kita.


Satu hal menarik saat kita menerima abu.
Karena abu diurapkan di dahi kita, maka amatlah mustahil bahwa kita bisa melihat secara langsung betapa kotornya dahi kita. Kita hanya bisa melihatnya lewat cermin setelah kita kembali ke rumah. Namun kita bisa dengan amat mudah melihat kotornya dahi orang lain. Di sini orang lain seakan berdiri di depan kita dan menjadi cermin tempat kita melihat diri kita masing-masing. Dalam hidup nyata, kita pun dapat dengan mudah melihat kekurangan, kelemahan serta keburukan orang lain.

Kita sulit melihat dengan jelas kelemahan diri sendiri.
Orang lain selalu salah sementara aku selalu berada di pihak yang benar.
Namun di hari Rabu Abu, sesamaku adalah gambaran diriku.
Sesamaku adalah cermin diriku.
Aku melihat diriku yang penuh kelemahan melalui orang lain yang kini berada di depanku.
Tak ada yang bisa kita katakan di saat itu kecuali bersama-sama berdiri di hadapan Tuhan dan mengakui bahwa kita adalah manusia lemah, manusia yang sering jatuh. Kita adalah manusia yang sama-sama membutuhkan rahmat istimewa dari Tuhan agar bisa bangun lagi dan menjadi layak lagi disebut anak-anak pilihan-Nya.

Selamat memasuki masa puasa dan lebih lagi mari kita mulai bertobat.


oleh: Romo Tarsis Sigho, SVD

Puasa dan Pantang

Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus. Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orangtua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.

(KHK 1251-1252)


Jadi sebagai orang Katolik wajib berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Jadi, selama masa Prapaskah, kewajiban puasa hanya dua hari saja. Yang wajib berpuasa adalah semua orang beriman yangberumur antara delapan belas (18) tahun sampai awal enam puluh (60) tahun.

PUASA berarti:
makan kenyang hanya satu kali dalam sehari.
Untuk yang biasa makan tiga kali sehari, dapat memilih
Kenyang, tak kenyang, tak kenyang, atau
• Tak kenyang, kenyang, tak kenyang, atau
• Tak kenyang, tak kenyang, kenyang

Orang Katolik wajib berpantang pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat sampai Jumat Suci. Jadi hanya 7 hari selama masa PraPaskah.
Yang wajib berpantang adalah semua orang katolik yang berusia empat belas (14) tahun ke atas.

PANTANG berarti
• Pantang daging, dan atau
• Pantang rokok, dan atau
• Pantang garam, dan atau
• Pantang gula dan semua manisan seperti permen, dan atau
• Pantang hiburan seperti radio, televisi, bioskop, film..

Karena begitu ringannya, kewajiban berpuasa dan berpantang,
sesuai dengan semangat tobat yang hendak dibangun,
umat beriman,
baik secara pribadi, keluarga, atau pun kelompok,
dianjurkan untuk menetapkan cara berpuasa dan berpantang yang lebih berat. Penetapan yang dilakukan diluar kewajiban dari Gereja, tidak mengikat dengan sangsi dosa.

Dalam rangka masa tobat, maka pelaksanaan perkawinan juga disesuaikan. Perkawinan tidak boleh dirayakan secara meriah.

ARTI PUASA dan PANTANG

PUASA adalah tindakan sukarela Tidak makan atau tidak minum Seluruhnya, yang berarti sama sekali tidak makan atau minum apapun Atau sebagian, yang berarti mengurangi makan atau minum..

  • Secara kejiwaan, Berpuasa memurnikan hati orang dan mempermudah pemusatan perhatian waktu bersemadi dan berdoa.
  • Puasa juga dapat merupakan korban atau persembahan.
  • Puasa pantas disebut doa dengan tubuh, karena dengan berpuasa orang menata hidup dan tingkah laku rohaninya.
  • Dengan berpuasa, orang mengungkapkan rasa lapar akan Tuhan dan kehendakNya. Ia mengorbankan kesenangan dan keuntungan sesaat, dengan penuh syukur atas kelimpahan karunia Tuhan. Demikian, orang mengurangi keserakahan dan mewujudkan penyesalan atas dosa-dosanya di masa lampau.
  • Dengan berpuasa, orang menemukan diri yang sebenarnya untuk membangun pribadi yang selaras. Puasa membebaskan diri dari ketergantungan jasmani dan ketidakseimbangan emosi. Puasa membantu orang untuk mengarahkan diri kepada sesama dan kepada Tuhan.

Itulah sebabnya, puasa Katolik selalu terlaksana bersamaan dengan doa dan derma, yang terwujud dalam Aksi Puasa Pembangunan.
Semangat yang sama berlaku pula untuk laku PANTANG.
Yang bukan semangat puasa dan pantang Katolik adalah:

  • Berpuasa dan berpantang sekedar untuk kesehatan: diet, mengurangi makan dan minum atau makanan dan minuman tertentu untuk mencegah atau mengatasi penyakit tertentu.
  • Berpuasa dan berpantang untuk memperoleh kesaktian baik itu tubuh maupun rohani.

SABDA TUHAN SEHUBUNGAN DENGAN PUASA


"Melalui nabi Yesaya, Tuhan bersabda:
Berpuasa yang Kukehendaki ialah,
Supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman
Dan mematahkan setiap kuk
Supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya
Dan mematahkan setiap kuk,
Supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar
Dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tidak mempunyai rumah
Dan apabila kamu melihat orang telanjang
Supaya engkau memberi dia pakaian
Dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri.
Pada waktu itulah
Engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab
Engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku
Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu
Dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah
Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri
Dan memuaskan hati orang tertindas
Maka terangmu akan terbit dalam gelap
Dan kegelapanmu akan seperti bintang rembang tengah hari"

Dalam kotbah di bukit, Yesus bersabda tentang puasa:

“Apabila kamu berpuasa,
Janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi apabila engkau berpuasa,
minyakilah kepalamu
Dan cucilah mukamu
Supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa


Melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”




Sunday, February 7, 2010

Inter-CSS of Shah Alam-Gathering (ICSAG) hehe..

Shalom all!!!

We have a GOOD news for ya'll. Semester break is coming soon, so what's the plan. No plan? Boring? No fret, cuz we'll be having a GATHERING, which will involve all colleges around Shah Alam. Something like smaller version of ICG... but we call this Inter-CSS of Shah Alam- gathering. The universities / colleges which involve are, UiTM of Shah Alam, INTEC, MSU+PTPL, UNISEL, SIME DARBY.

So what's the objective again??

1. to gather all members from various CSS in Shah Alam area.
2. to introduce the CSSes to the Church of Divine Mercy.
3. to create the integration between CSS under Church of Divine Mercy.
4. to create and strengthen the link between each CSS under the Church of Divine Mercy.

What about the THEME?

The theme will be "SHOUT FOR JOY TO THE LORD" (PSALM 100).


Why this theme is chosen?

This theme is chosen to encourage students from CSS to be actively involved in the church, rather than staying passively in campuses or in current places.

"SHOUT" is one of the way to express one's feeling. Sometimes we need to shout to something that we believe in, or what we stand for. By shouting at the right time and place, people may listen to us, and pay attention to our action.

"SHOUT FOR JOY" in Psalm 100, we want to encourage members to act and express their longing to serve in the church. Nowadays, churches in Malaysia lacks youth's involvement probably because the church is not fun as they want to be. By giving the youth chances to express their feeling and make the service in church become enjoyable, youth will be more eager to get involved in church's activities. This may help young students to become active in church activities.

By adding the phrase "TO THE LORD" makes this theme complete, where students may do activities/programs in such a way that they are doing this for the Lord. Being active in church may help the growth of faith in students' life as well as keeping it alive.

So people, what are you waiting for?? Siok bah nie!! Kita aramaitie bersama Yesus.


Click here for the REGISTRATION FORM





video

Friday, February 5, 2010

Coffee Morning at Church of Divine Mercy

Pada 31 Januari 2010 (Ahad), CSS UiTM Shah Alam telah membuat satu “Coffee Morning” yang bertempat di kafeteria CDM (Church of Devine Mercy Shah Alam). Tujuan utama “coffee morning” ini dibuat adalah untuk menjana dana tabung CSS UiTM. Di samping itu, aktiviti ini juga secara langsung dapat mengeratkan lagi hubungan dan komunikasi di antara exco CSS dan ahli CSS. Kami juga ada mempamerkan gambar aktiviti-aktiviti CSS UiTM yang juga bertujuan untuk memperkenalkan warga CDM dan lebih jelas mengenai CSS UiTM yang sebenarnya telah ditubuhkan sejak 1980-an lagi.

Antara menu utama yang menjadi pilihan sewaktu “coffee morning” tersebut adalah nasi lemak, karipap, “sandwich”, nasi ayam, loklok, kordial oren, teh, dan juga kopi panas. “Coffee morning” ini juga mendapat sambutan daripada warga CDM sendiri dan hampir semua jualan pada masa itu habis dijual. Kami menyarankan 1000 orang yang menghadiri tiga misa waktu pagi datang membeli makanan dan minuman.

Para exco memulakan penyediaan makanan dan minuman ini seawal jam 9pm(Sabtu) dan berakhir pada jam 6.00am(Ahad). Kami juga mendapat pertolongan daripada ahli CSS sendiri. Walaupun berasa penat tetapi kepenatan kami itu dibalas dengan Berjaya menyediakan semua makanan pada masa yang ditetapkan.

Di kesempatan ini juga kami mengucapkan ribuan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada penasihat CSS UiTM iaitu Ms. Monica Ch’ng, dan sesiapa sahaja yang terlibat secara langsung ataupun tidak langsung untuk sama-sama menjayakan aktiviti ini. Aktiviti ini juga serba sedikit menyumbangkan keserasian CSS UiTM dan CDM dalam merancang aktiviti untuk kebaikan komuniti dan gereja.

Sekian, terima kasih.

Disediakan oleh,

Decimus Balangkit

(Program Director of Coffee Morning 2010)

That drawing stand it cost RM 175.00 at Kedai Maria, but we manage to 'tukang' less than RM 15.00.

Voila! A new CSS asset!! Kira macam notice board bergerak lah.

Jackson & Recca learn a new technique of slicing egg. Pakai benang saja, telur pun licin.


Edna, the head of Chicken Rice Department and her konco-konco.


Loklok department.

.
Sandwich department. Thank to the tenants of Melina Home for the place and the hand.


Chicken Rice Department a success!

Faces of 2 in the A.M

Tuesday, February 2, 2010

Adakah FIT itu sejenis makanan?

Shalom all!

Many of our new members are asking.. what is F.I.T? Is it a CSS FITness day. Teht!! WRONG ANSWER.

FIT stands for Friday-in-togetherness. This activity is conducted every friday by CSS fellow EXCO for the students. The objective of FIT is to strengthen the bonds among fellow brothers and sisters of Christ through activities such as bible reflection, bible sharing, prayer sessions, praise & worship, and also games.

For this semester, our Prayer Ministry (Recca & Zyzy) had divide task to all EXCO to handle each Fridays. And after sessions, there are refresments provided, which handle by F&B Ministry (Adam).

This Friday will be our 3rd FIT. What activity... it's a session with Uncle Paul. Uncle Paul will come with his bible and choose verses and explain to us the meaning and it's significance. Very interesting. The Word of God is really alive geng... don't believe. Come and experience it yourself.

FIT starts at 7.30pm with rosary prayer, and some action songs (you can request your favorite song you know). And those who can play music, you are welcome to the music ministry and contribute your talent to God through CSS.

So people, don't forget to bring :-
1) your bible
2) writing materials

p/s if you don't know where CSS is, just wait at the bustop and text any of the EXCOs.

Any inquiries email us at css_sa@hotmail.com or just search CSS SA Facebook.

some action song to break the ice between members

The music Ministry doing their part.

a session with Sister Lusiah